Sanad

Digitalisasi pondok pesantren

Setiap angka ada sanadnya

Kasir kantin, saldo santri, dan laporan keuangan pondok dalam satu sistem. Setiap rupiah bisa ditelusuri sampai ke transaksinya: kartu siapa yang discan, jam berapa, di kasir mana.

Aplikasi wali: kartu saldo tiap anak, belanja terakhir, dan menu di bawah
Aplikasi wali · tampilan contoh dengan data rekaan

Telusuri satu angka

Satu setoran kantin dibuka lapis demi lapis, sampai ke kartu yang discan sore itu. Beginilah laporan di Sanad dibaca ketika ada yang dipertanyakan.

  1. Laporan harian

    Rp1.284.500

    Setoran kantin, Kamis 17 September

  2. Kasir

    Kasir 2 · Siti Aminah

    Shift sore, 138 transaksi

  3. Transaksi

    16.42 · Rp12.500

    Nasi goreng, es teh

  4. Kartu santri

    Ahmad Fauzan · 1 Wustha A

    Saldo tersisa Rp87.500

Contoh dengan data rekaan.

Kenal dengan ini?

  • Saldo santri di buku kasir tidak sama dengan yang diingat wali.
  • Akhir bulan, setoran kantin dihitung ulang dari nota yang sebagian sudah hilang.
  • Yayasan minta laporan keuangan, dan menyusunnya butuh tiga hari.

Bukan karena pengurusnya kurang teliti. Catatan tangan memang tidak dirancang untuk ratusan transaksi kecil setiap hari, dan uang yang paling sering dipertanyakan justru yang paling kecil nominalnya.

Seperti sanad dalam hadits, setiap angka punya rantai asalnya

Tidak ada angka yang muncul begitu saja di laporan. Semuanya tersambung ke kejadian yang melahirkannya.

  1. Langkah 1

    Kartu santri discan di kasir

    Santri tidak perlu membawa uang tunai ke kantin.

  2. Langkah 2

    Transaksi tercatat lengkap

    Waktu, barang, jumlah, dan nama kasir tersimpan saat itu juga.

  3. Langkah 3

    Saldo berkurang seketika

    Wali bisa melihat pemakaiannya dari ponsel, hari itu juga.

  4. Langkah 4

    Laporan tersusun sendiri

    Tidak ada yang menyalin ulang dari nota ke buku.

Kenapa namanya Sanad

Sanad adalah rantai periwayatan — yang membuat sebuah riwayat bisa dipercaya bukan isinya saja, melainkan jelasnya jalur dari siapa ke siapa sampai kepada kita. Satu mata rantai hilang, seluruhnya dipertanyakan.

Lambangnya tiga cincin yang dianyam melingkar: santri, ustadz, dan wali — atau pesantren, anak, dan orang tua. Dianyam, bukan sekadar bersinggungan: lepas satu, dua sisanya ikut terlepas.

Satu catatan, dipakai empat pihak

Bendahara

Laporan harian dan bulanan tersusun sendiri. Setiap selisih bisa dilacak ke transaksinya.

Kasir

Scan kartu, scan barang, bayar. Antrean santri bergerak cepat, dan tutup shift tidak perlu menghitung manual.

Wali

Lihat saldo dan riwayat belanja anak kapan saja, beserta batas belanja hariannya.

Pengasuh dan yayasan

Satu halaman ringkasan dengan angka yang bisa dipertanggungjawabkan.

Mulai dari kantin, tumbuh ke seluruh pondok

Sanad POS

Siap dipakai

Kasir kantin dan koperasi dengan saldo santri.

  • Kasir scan kartu santri, juga menerima tunai dan QRIS
  • Saldo santri dengan batas belanja harian
  • Aplikasi wali untuk melihat saldo dan riwayat
  • Laporan harian per kasir dan per shift

Sanad untuk pondok

Dalam pengembangan

Administrasi harian pondok, tersambung dengan wali.

  • Tagihan SPP dan pengingat ke wali
  • Kehadiran santri dari aplikasi pengajar
  • Perizinan pulang dan kunjungan
  • Pengumuman pondok ke wali

Belum bisa dicoba. Kabarnya menyusul di halaman ini.

Rupanya seperti ini

Tangkapan layar asli dari pondok percobaan berisi data rekaan — bukan gambar rancangan. Yang Anda lihat di sini sama dengan yang dipakai kasirnya.

Tangkapan layar Kasir swalayan
Kasir swalayanScan barang, kartu santri discan kapan saja sebelum bayar.
Tangkapan layar Kasir kedai
Kasir kedaiGrid menu untuk kantin yang barangnya dipesan dengan nama.
Tangkapan layar Admin pondok
Admin pondokPenjualan hari ini, stok menipis, dan laporan keuangan.

Di ponsel wali, yang tampil nama pondok Anda

Wali punya hubungan dengan pondok anaknya, bukan dengan kami. Karena itu logo dan nama pondok yang ada di depan, dan semua yang perlu diketahui wali ada di layar pertama.

  • Saldo tiap anak, digeser mendatar bila anaknya lebih dari satu
  • Riwayat belanja per barang, disaring per bulan
  • Batas belanja harian dan blokir kartu, diatur sendiri oleh wali
Riwayat belanja di aplikasi wali, dikelompokkan per tanggal
Tampilan contoh dengan data rekaan

Data santri milik pondok, bukan milik kami

Data tiap pondok terpisah

Bukan sekadar kolom pembeda di satu tabel bersama — tiap pondok punya databasenya sendiri, dan pemisahannya diuji otomatis tiap kali kode berubah.

Tidak dibagikan ke pihak lain

Tidak dijual, tidak dipakai untuk iklan, dan tidak dibaca untuk keperluan apa pun di luar menjalankan sistemnya.

Kami hanya membaca angka ringkas

Untuk urusan langganan kami melihat jumlah santri aktif dan jumlah transaksi — bukan isi transaksinya, bukan saldo per santri.

Yang sering ditanyakan

Santri harus punya HP?
Tidak, dan memang sebaiknya tidak. Santri memakai kartu barcode; yang memegang HP adalah walinya di rumah.
Bagaimana kalau kartu santri hilang?
Wali memblokirnya sendiri dari HP, saat itu juga. Saldonya tetap utuh — yang mati kartunya, bukan uangnya. Kartu pengganti dicetak pondok dengan kode baru.
Kalau internet pondok mati, kasirnya berhenti?
Kasir membutuhkan koneksi ke server. Karena itu kami membahas jaringan pondok sejak awal, dan menyarankan cadangan sederhana — biasanya tethering satu HP sudah cukup untuk satu kasir.
Saldo santri bisa minus?
Tidak bisa, dan bukan karena kasirnya hati-hati. Databasenya sendiri menolak — tidak ada hutang santri di sistem ini.
Pondok kami sudah punya cara sendiri yang jalan. Perlu diganti semua?
Tidak. Kami mulai dari satu titik yang paling sering dipertanyakan — biasanya kantin — dan bagian lain dibiarkan apa adanya sampai pondok sendiri merasa perlu.

Lihat sendiri bagaimana angka pondok Anda ditelusuri

Kami datang ke pondok dan menunjukkannya langsung, dengan pengurus dan bendahara di ruangan yang sama.