Sanad

Sanad POS · digitalisasi kedai & koperasi pondok

Kasir pondok yang tahu siapa yang membeli, dan dengan uang siapa

Kasir modern untuk kedai dan swalayan pondok: santri membayar dengan kartu, wali mengisi saldonya dari rumah dan menentukan batas belanja hariannya, dan pondok mendapat laporan yang angkanya bisa ditelusuri sampai ke baris transaksinya.

Layar kasir swalayan: keranjang belanja di kiri, kartu santri dan tombol bayar di kanan

Ke mana uangnya berjalan

  1. Langkah 1

    Wali mengisi dari rumah

    Lewat QRIS atau virtual account. Biayanya tampil sebelum ia membayar, dan disebut milik penyedia pembayaran — bukan potongan pondok.

  2. Langkah 2

    Santri membayar dengan kartu

    Kartu barcode, bukan aplikasi: kartu tidak kehabisan baterai dan tidak perlu dipegang di pondok yang melarang HP.

  3. Langkah 3

    Kasir melihat batasnya

    Saldo, sisa batas harian, dan keadaan kartu muncul begitu kartu discan. Yang ditolak ditolak dengan alasannya.

  4. Langkah 4

    Pondok punya angkanya

    Kas masuk, laba rugi, nilai persediaan. Setiap angka bisa ditelusuri sampai ke baris transaksinya.

Aplikasi di dalamnya

Kasir kedai

Grid menu bergambar untuk kedai yang barangnya sedikit dan dipesan dengan nama, bukan discan. Mode kedai dan mode swalayan adalah satu aplikasi yang sama — pondok berpindah tanpa mengubah apa pun di perangkat kasirnya.

Tangkapan layar Kasir kedai

Admin pondok

Penjualan hari ini, stok menipis, dan laporan keuangan. Pengurus melihat keadaan kedai tanpa perlu bertanya ke kasirnya.

Tangkapan layar Admin pondok

Pantau stok

Nilai persediaan, barang menipis dan habis, opname, dan kartu stok per barang. Stok tidak pernah boleh minus.

Tangkapan layar Pantau stok

Aplikasi wali

Dipasang di HP wali sebagai aplikasi. Saldo tiap anak sebagai kartu yang digeser mendatar, riwayat belanja per barang, dan dua sakelar yang paling sering dicari: batas harian dan blokir kartu.

Wali tidak mendaftar sendiri — pondok yang mendaftarkannya, supaya tidak ada orang asing yang bisa menautkan diri ke anak orang lain.

Tangkapan layar aplikasi wali
Tangkapan layar aplikasi wali

Aturan yang dijaga sistem, bukan diingat orang

Yang membedakan pembukuan yang bisa dipertanggungjawabkan bukan banyaknya fitur, melainkan hal-hal yang tidak bisa terjadi.

Saldo santri tidak bisa minus

Tidak ada hutang santri. Ditolak di kasir, dan ditolak juga oleh databasenya sendiri — bukan hanya oleh layar.

Batas belanja harian diatur wali

Diperiksa di server, di transaksi yang sama dengan pengurangan saldo. Kasir diberi tahu sisa batasnya, bukan sekadar 'ditolak'.

Kartu hilang langsung mati

Wali memblokir sendiri dari HP-nya. Saldonya tetap utuh — yang mati kartunya, bukan uangnya.

Zona waktu ikut pondok

WIB, WITA, atau WIT. Batas hari laporan, rekap shift, dan nomor antrian mengikuti jam pondok, bukan jam server.

Paket

Satu harga per pondok, bukan per kasir dan bukan per santri. Tidak ada biaya pemasangan, dan tidak ada biaya tambahan saat kasirnya bertambah.

Basic

Rp100.000per bulan

Ditagih Rp1.200.000 setahun · hemat Rp300.000

Kedai atau koperasi yang belum memakai saldo santri.

  • Kasir kedai & swalayan
  • Stok, titipan, dan supplier
  • Laporan kas & laba rugi
  • Kartu santri sebagai identitas

Ultimate

Rp150.000per bulan

Ditagih Rp1.800.000 setahun · hemat Rp300.000

Pondok yang ingin santri membayar dengan saldo.

  • Semua yang ada di Basic
  • Saldo santri & batas belanja harian
  • Top-up online lewat QRIS / VA
  • Aplikasi wali santri

Biaya channel top-up dibayar wali dan besarnya tampil sebelum ia membayar — bukan potongan pondok. Transaksi kasir tidak dipotong sama sekali.

Mulai dari melihatnya dulu

Kami memasang pondok percobaan berisi data rekaan supaya pengurus bisa mencoba alurnya sendiri sebelum memutuskan. Ceritakan dulu bagaimana kedai Anda berjalan sekarang.